Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan pada Masyarakat Penyangga Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat

Main Article Content

Authors

    Wawan Septiawan( 1 )

    (1) Universitas Jambi | Indonesia

Abstract

Desa Semumu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi jambi yang bersebelahan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Masyarakatnya sangat bergantung dengan kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan sumber mata air serta pemanfaatan SDA lainnya. Pokja Sungai Pauh Desa Semumu merupakan kelompok binaan Balai besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) berdiri pada tahun 2018 melalui dukungan Forest Programme II ‘PIU’ Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan tujuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif  dengan memproduksi pupuk kompos. Pokja Sungai Pauh memanfaatkan limbah peternakan dan limbah pertanian sebagai bahan baku utama pembuatan kompos yang mana limbah tersebut tidak dimanfaatkan bahkan menyebabkan polusi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Artinya peneliti tidak terfokus pada kekurangan atau kebutuhan tetapi lebih menekankan terhadap aset dan kapasitas yang telah dimiliki oleh suatu komunitas atau kelompok masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan terhadap hasil produksi kompos, pembagian sisa hasil usaha dan aset yang dimiliki oleh Pokja Sungai Pauh menunjukan kecenderungan peningkatan dari tahun 2019 - 2024. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu hal yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah kompos atau pupuk organik. Pengelolaan kotoran hewan sapi dan jerami menjadi bahan baku utama pembuatan kompos oleh Pokja Sungai Pauh dapat memberikan alternatif penambahan pendapatan bagi masyarakat. Pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif pada masyarakat penyangga kawasan hutan memberikan dampak dan manfaat yang signifikan dalam memanfaatkan dan berinovasi terhadap potensi desa. Salah satunya adalah pengelolaan limbah organik yang dijadikan kompos dapat memberikan pendapatan tambahan baru bagi masyarakat. Selanjutnya, hal tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan yang mana pengelolaan kotoran ternak dan pemanfaatan jerami sisa panen padi mengurangi kebiasaan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan dan hal tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Septiawan, W. (2026). Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan pada Masyarakat Penyangga Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Abdi Dharma, 6(1), 27–38. https://doi.org/10.31253/ad.v6i1.4042
Section
Articles

References

Andika, I. P. (2022). Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan Desa Segoroyoso. Jurnal Atma Inovasia, 2(4), 382–386.

Bimasri, J., & Murniati, N. (2022). PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI DALAM BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG (Zea mays). Jurnal Masda, 1(2), 55–60. https://doi.org/10.58328/jm.v1i2.78

Dewi, K., Sucihati, S., Rosmalinda, & Baghdad, M. (2020). Modul Asset Bassed Community Driven (ABCD). Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Ginting, E. N. (2024). Pupuk Kimia, Pupuk Organik, atau Pupuk Hayati? Memahami Filosofi Pemupukan untuk Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan. Warta PPKS, 29(3), 147–160.

Holimah, S., Pd, S., Wahyuni, S. A., Pd, S., Suhariyono, A., & Pd, S. (2024). Sampah Kita , Masa Depan Kita : Solusi Ramah Lingkungan untuk Semua Orang. Cerdas Ulet Kreatif, 1–46.

Mariyam, Muliani, S., Kadir, M., & Nurlaila. (2016). Reduksi Pencemaran Limbah Ternak Sapi Dengan Pengolahan Menjadi Pupuk Organik Untuk Mendukung Go-Organik Di Desa Gona Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal Dinamika Pengabdian, 2(1), 54–63. https://doi.org/10.20956/jdp.v2i1.1482

Mautuka, Z. A., Maifa, A., & Karbeka, M. (2022). Pemanfaatan biochar tongkol jagung guna perbaikan sifat kimia tanah lahan kering. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(1), 201–208.

Megasari, R., Pertiwi, E. D., Arsyad, M., & Bulotio, N. F. (2024). Pemanfaatan Jerami Padi Menjadi Pupuk Kompos. Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.38043/parta.v5i1.4677

Meilani, I. A., Asih, E., Auliatuzahra, E., Darillia, R. N., Afifah, K. N., Dewi, E. R. S., & Nurwahyunani, A. (2023). Potensi penggunaan ecoenzim terhadap lingkungan pada bidang pertanian. Cross-Border, 6(2), 1134–1145.

Nurdin, N., & Rahman, R. (2023). Pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis pupuk organik padat pada kelompok tani Desa Bongohulawa Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Abdi Insani, 10(4), 2487–2496.

Nurman, S., Ermaya, D., Hidayat, F., & Sunartaty, R. (2019). Pemanfaatan Limbah Pertanian Dan Peternakan Sebagai Pupuk Kompos. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(1), 5. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.2709

Rawung, C. F. (2015). Efektivitas Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Dalam Mereduksi Emisi Gas Rumah Kaca ( GRK ). Jurnal Media Matrasain, 12(2), 17–32.

Silaban, L. D. Y., & Suharianto, J. (2025). PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA: STUDI KASUS SEKTOR ENERGI, PUPUK, DAN KEBAKARAN HUTAN DI SUMATERA UTARA (RIBUAN TON CO2e), 2000-2023. Jurnal Media Akademik, 3(6).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA, Cv.

Sukmono, A., Imanudin, O., & Widianingrum, D. (2024). Evaluasi Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Di Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Tropical Livestock Science Journal, 3(1), 13–28.

Syamsu, J. A., Sofyan, L. A., Mudikdjo, K., & Sa’id, E. G. (2003). Daya Dukung Limbah Pertanian Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia Di Indonesia. Wartazoa, 13(1), 30–37.

Tuminem, & Herhayulika, W. (2023). Pengomposan Jerami Menggunakan Dekomposer. Kementerian Pertanian Ditjen Tanaman Pangan. https://tanamanpangan.pertanian.go.id/en/detil-konten/iptek/151


Abstract views: 155 / PDF downloads: 60