https://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/issue/feedAbdi Dharma2026-04-01T00:00:00+00:00Yusuf Kurnia, M.Kom[email protected]Open Journal Systems<p class="Body" style="text-align: justify;"><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210417290714825">EISSN. 2776-2785</a><br /></strong><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210417110856046">PISSN. 2776-2777</a></strong><br /><strong>Abdi-Dharma</strong> diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Buddhi Dharma (LP3kM) adalah <em>peer-reviewed journal </em>yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan di <strong>Abdi-Dharma</strong> meliputi hasil-hasil pengabdian, Abdi-Dharma menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset. <br /><br /><strong>Abdi-Dharma </strong>oleh Universitas Buddhi Dharma dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0. Izin di luar lingkup lisensi ini dapat tersedia di <a href="https://jurnal.ubd.ac.id/index.php/ad/index">Abdi-Dharma (ubd.ac.id) </a><br /><a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br /><strong><a href="https://datacloud.buddhidharma.ac.id/index.php/s/3WuDnxyuleWcvbE">Download Template</a><br /><a href="https://jurnal.ubd.ac.id/index.php/ad/submissions">Submit Article</a><br /></strong></p>https://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4071Transformasi Digital UMKM Rengginang: Model Pendampingan Holistik Berbasis Participatory Action Research2025-12-16T03:47:15+00:00Diyah Pertywi Setyawati[email protected]Siti Julaeha[email protected]Yessi Karismawati[email protected]Syari Amanah[email protected]Mastuti[email protected]<p>UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan penguatan ekonomi lokal. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemasaran digital menawarkan peluang signifikan bagi UMKM untuk meningkatkan jangkauan pasar dan keuntungan usaha. Namun demikian, sebagian besar pelaku UMKM, khususnya yang berbasis produk tradisional, masih menghadapi keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada pola pemasaran konvensional, serta minimnya pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, belum banyak model intervensi yang secara efektif mengintegrasikan pembelajaran praktis dengan penguatan komunitas sebagai strategi transformasi digital UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasi UMKM rengginang di Desa Sindangkempeng melalui pengujian efektivitas model pendampingan holistik berbasis Participatory Action Research (PAR). Pendekatan PAR dipilih karena menempatkan pelaku UMKM sebagai subjek aktif dalam proses perubahan, bukan sekadar penerima program. Intervensi dilakukan selama tiga bulan dengan pendekatan hybrid, terdiri atas 70% kegiatan luring dan 30% kegiatan daring, yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM. Program pendampingan mencakup pelatihan pemasaran digital, praktik langsung penggunaan platform digital, serta pembentukan komunitas belajar UMKM. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendampingan PAR yang holistik dan partisipatif mampu mempercepat proses transformasi digital UMKM tradisional, khususnya dalam peningkatan pemanfaatan media digital dan kepercayaan diri pelaku usaha. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh pendekatan learning by doing dan terbentuknya komunitas mandiri yang mendukung keberlanjutan pasca-intervensi. Temuan ini berkontribusi secara praktis dalam pengembangan model pemberdayaan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan, serta memberikan implikasi kebijakan bagi penguatan kolaborasi dalam transformasi digital UMKM.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4112Analisis Penerapan Strategi Bisnis dalam Meningkatkan Penjualan Tahu Serpong OKPIT2025-11-27T01:58:11+00:00Sugandha[email protected]Suhendar Janamarta[email protected]Fidell Wato[email protected]Donny Yana[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Tahu OKPIT untuk meningkatkan penjualan produknya. Untuk menganalisis strategi yang digunakan, peneliti memanfaatkan bauran pemasaran yang terdiri dari empat elemen yang dikenal sebagai 4P (produk, harga, tempat, dan promosi). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan, karena fokusnya adalah menggambarkan kondisi yang ada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan satu pemilik dan empat pelanggan sebagai sampel.Selain itu, penelitian ini juga menggunakan alat analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Hasil penelitian menghasilkan matriks IFAS dan matriks EFAS. Skor IFAS adalah 3,23, sedangkan skor EFAS mencapai 3,2. Masing-masing matriks tersebut memuat faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan penjualan produk di Tahu OKPIT. Analisis menunjukkan bahwa berdasarkan diagram SWOT, Tahu OKPIT berada pada kuadran 1, yang mengindikasikan bahwa strategi paling efektif untuk meningkatkan penjualan adalah strategi agresif. Dengan demikian, usaha ini memasuki fase pertumbuhan yang berfokus pada integrasi horizontal, di mana usaha telah berkembang lebih kuat dan memiliki peluang besar untuk maju.Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan modal untuk ekspansi, pencatatan keuangan yang belum optimal, serta kebutuhan akan inovasi produk secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan agar pelaku usaha UMKM terus memperkuat promosi digital, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan manajemen operasional, dan mengembangkan inovasi produk baru agar pertumbuhan penjualan dapat berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi bisnis pada usaha kecil dan menengah di sektor kuliner.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4042Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan pada Masyarakat Penyangga Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat2026-01-14T13:03:54+00:00Wawan Septiawan[email protected]<p>Desa Semumu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi jambi yang bersebelahan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Masyarakatnya sangat bergantung dengan kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan sumber mata air serta pemanfaatan SDA lainnya. Pokja Sungai Pauh Desa Semumu merupakan kelompok binaan Balai besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) berdiri pada tahun 2018 melalui dukungan <em>Forest Programme</em> II ‘PIU’ Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan tujuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif dengan memproduksi pupuk kompos. Pokja Sungai Pauh memanfaatkan limbah peternakan dan limbah pertanian sebagai bahan baku utama pembuatan kompos yang mana limbah tersebut tidak dimanfaatkan bahkan menyebabkan polusi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan <em>Asset Based Community Development</em> (ABCD). Artinya peneliti tidak terfokus pada kekurangan atau kebutuhan tetapi lebih menekankan terhadap aset dan kapasitas yang telah dimiliki oleh suatu komunitas atau kelompok masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan terhadap hasil produksi kompos, pembagian sisa hasil usaha dan aset yang dimiliki oleh Pokja Sungai Pauh menunjukan kecenderungan peningkatan dari tahun 2019 - 2024. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu hal yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah kompos atau pupuk organik. Pengelolaan kotoran hewan sapi dan jerami menjadi bahan baku utama pembuatan kompos oleh Pokja Sungai Pauh dapat memberikan alternatif penambahan pendapatan bagi masyarakat. Pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif pada masyarakat penyangga kawasan hutan memberikan dampak dan manfaat yang signifikan dalam memanfaatkan dan berinovasi terhadap potensi desa. Salah satunya adalah pengelolaan limbah organik yang dijadikan kompos dapat memberikan pendapatan tambahan baru bagi masyarakat. Selanjutnya, hal tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan yang mana pengelolaan kotoran ternak dan pemanfaatan jerami sisa panen padi mengurangi kebiasaan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan dan hal tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4082Digitalisasi UMKM Desa: Integrasi Teknologi dan Etika Bisnis Syariah di Era 5.02025-12-30T12:16:34+00:00Iis Mariam[email protected]Adityo Mugi Pangestu[email protected]Fahrul Hidayat[email protected]Wulandari[email protected]Usep Gunawan[email protected]<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dilaksanakan dengan tema “Digitalisasi UMKM Desa: Integrasi Teknologi dan Etika Bisnis Syariah di Era 5.0” yang berlokasi di Foodcourt Tugu Pesawat, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu rendahnya literasi digital pelaku UMKM, di mana mayoritas belum memanfaatkan WhatsApp Business, Shopee Seller, layanan GoFood/GrabFood, maupun sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan platform digital bagi UMKM, sekaligus menanamkan nilai-nilai etika bisnis Islami agar pelaku usaha tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga berlandaskan kejujuran dan amanah. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan tahapan observasi, identifikasi masalah, pelatihan (WhatsApp Business, Shopee, Canva, CapCut), pendampingan digitalisasi, serta kelas Etika Bisnis Syariah. Subjek program adalah 20 UMKM binaan Dinas UMKM Kabupaten Kubu Raya. Hasil program menunjukkan 100% UMKM berhasil bertransformasi digital. Indikator keberhasilan di ukur berdasarkan (1) kepemilikan akun bisnis yang terverivikasi, (2) ketersediaan katalog produk dan (3) keberhasilan minimal satu kali transaksi menggunakan QRIS. Secara spesifik, seluruh mitra berhasil mengadopsi Whatsapp Buusiness, mendaftar pada Shopee dan GoFood serta menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Selain itu, pelaku UMKM menunjukkan perubahan perilaku dalam praktik jualan yang lebih jujur, amanah, dan sesuai prinsip syariah. Program ini berkontribusi dalam memperkuat literasi digital UMKM daerah, memberikan model integrasi digitalisasi dengan etika bisnis syariah, serta menjadi acuan bagi program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi di era 5.0.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4109Pengembangan UMKM Maklor: Integrasi Kreativitas Kuliner dengan Prinsip Bisnis Syariah2025-12-16T04:27:29+00:00Sukriyadin Zebua[email protected]Jaya Wijaya Irawan[email protected]Sifa Oktavia[email protected]Indah Tri Suci[email protected]Hasanah[email protected]<p>Usaha mikro memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mengandalkan sektor informal sebagai penopang kesejahteraan. Program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Mekarwangi, khususnya dalam pengembangan produk kuliner maklor (makaroni telur) yang memiliki potensi pasar cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan inovasi produk, memperkuat literasi keuangan sederhana, serta mengenalkan prinsip-prinsip bisnis syariah yang dapat diterapkan secara praktis oleh pelaku usaha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan pelaku UMKM terlibat aktif mulai dari proses identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pelatihan teknis, hingga tahap evaluasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan disesuaikan dengan kondisi nyata masyarakat dan kebutuhan usaha mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi, kreativitas dalam mengembangkan variasi rasa, serta peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi pemasaran digital. Selain itu, pelaku UMKM mulai mampu memadukan aspek inovasi dengan prinsip bisnis syariah seperti kejujuran, keterbukaan, dan prinsip halal–thayyib dalam menjalankan usahanya. Beberapa UMKM telah menjadikan maklor sebagai produk unggulan dan mulai memasarkan secara lokal maupun melalui platform digital. Program ini membuktikan bahwa pelatihan yang terstruktur dan terintegrasiༀdengan nilai-nilai syariah mampu meningkatkan daya saing UMKM serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Model pendampingan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4245Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Pelatihan Pembuatan Website Menggunakan Google Sites di SMK Bangun Nusantara2026-01-12T08:31:17+00:00Junaedi[email protected]Ardiane Rossi Kurniawan Maranto[email protected]Harisa Mardiana[email protected]<p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar tetap kompetitif di era digital. Namun, banyak mahasiswa di SMK Bangun Nusantara yang masih mengalami keterbatasan dalam keterampilan penerbitan digital dan pengembangan portofolio online. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan pembuatan website portofolio sederhana menggunakan <em>Google Sites</em> sebagai media untuk mempublikasikan karya dan membangun identitas profesional awal. Program ini menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik partisipatif (belajar sambil melakukan) yang dilakukan selama periode satu bulan. Peserta terdiri dari 25 mahasiswa dari program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), didukung oleh guru mata pelajaran yang produktif dan tim dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Buddhi Dharma. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan publikasi digital yang etis, demonstrasi fitur Google Sites, praktik langsung terstruktur dalam mengembangkan halaman situs web seperti profil dan portofolio, dan pendampingan untuk meningkatkan struktur navigasi dan kualitas konten hingga publikasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan siswa untuk merancang dan mengelola situs web pribadi yang berisi profil diri dan portofolio digital. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemandirian dalam mengatur informasi dan menerapkan prinsip-prinsip dasar keterbacaan dan konsistensi visual. Selain itu, program ini menghasilkan modul pelatihan berbasis cloud yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek. Secara keseluruhan, pelatihan secara efektif memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan menumbuhkan budaya publikasi digital di lingkungan sekolah vokasi.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4349Peningkatan Kapasitas Lingkungan Berkelanjutan di Komunitas PSG Guluk-Guluk melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Biopori2026-02-09T03:32:43+00:00Anisah[email protected]Joko Purdiyanto[email protected]Diasyurannyta A. M[email protected]Miftahol Arifin[email protected]Cepryana S Widyananda[email protected]<p>SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk merupakan sekolah berbasis lingkungan yang secara aktif mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui komunitas Pemulung Sampah Gaul (PSG). Komunitas ini telah berperan dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pengelolaan sampah anorganik melalui prinsip 3R. Meskipun telah menunjukkan dampak positif dan memperoleh pengakuan nasional, keberlanjutan program menghadapi kendala pada aspek regenerasi pengetahuan dan keterampilan teknis, khususnya dalam pembuatan pupuk organik yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota PSG melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan lubang biopori serta pengelolaan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan di SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk dengan melibatkan anggota komunitas PSG sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami konsep biopori, teknik pembuatan lubang biopori, serta proses penguraian sampah organik menjadi pupuk kompos. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas komunitas sekolah dalam pengelolaan sampah organik dan produksi pupuk organik berbasis biopori. Penerapan teknologi biopori diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan program PSG serta mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4313Pelatihan Kewirausahaan tentang Business Model Canvas bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan2026-02-05T05:13:12+00:00Ari Nuratriningrum[email protected]Rinintha Parameswari[email protected]<p>Saat ini kewirausahaan adalah hal penting yang dibutuhkan untuk penguatan pondasi ekonomi. Salah satu variasinya adalah <em>Business Model Canvas</em> (BMC), sebagai alat perencanaan strategis yang digunakan oleh para manajer untuk menggambarkan dan mengembangkan model bisnis mereka. Template BMC dengan jelas mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang membentuk sebuah bisnis. Selain itu, templet ini menyederhanakan rencana bisnis menjadi bentuk yang ringkas. Materi ini yang disampaikan kepada siswa kelas XII Akuntansi SMK Bangun Nusantara, Kota Tangerang. Penyampaian materi ini dilakukan secara ceramah dan penguatan materi dilakukan secara tanya jawab. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Mereka terlibat secara langsung dalam setiap sesi, baik dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Juga dilakukan pretest dan <em>post-test</em> secara lisan terhadap materi yang disampaikan. Saat pretest dilakukan hampir semua siswa yang terdiri dari 25 siswa kurang mengetahui Bussiness Model Canvas. Hasil kegiatan yang dilakukan secara <em>post-test</em> menyatakan bahwa hampir seluruh siswa telah memahami materi yang disampaikan, bahwa BMC adalah salah satu bentuk inovasi kewirausahaan yang terdiri dari sembilan elemen kunci yang saling berhubungan di dalam dunia bisnis sehingga para siswa paham bila menerapkan BMC bisnis menjadi lebih ringkas dan efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menambah wawasan siswa SMK tentang kewirausahaan/ dunia bisnis. Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan lebih sering demi menghasilkan lulusan SMK yang kompeten dan siap pakai di dunia usaha. Tentunya akan lebih baik bila pelatihan dilakukan secara berkala yang dimentori oleh praktisi bisnis maupun pengajar di bidang pendidikan serta ditunjang dengan praktek yang memadai.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4351Optimalisasi Pemanfaatan ChatGPT untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Kompetensi Akademik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan2026-02-05T05:54:06+00:00Sukarno Bahat Nauli[email protected]Agung Priambodo[email protected]Bosar Panjaitan[email protected]Melani Indah Sari Manik[email protected]Sri Rachmawati H Siregar[email protected]<p>Remaja di Republik Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi orang tua mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yadika 4 Ciledug, Melalui pelatihan penggunaan ChatGPT secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence yang semakin banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia kerja, sehingga siswa SMK sebagai calon tenaga kerja perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi tentang konsep dasar kecerdasan buatan, pengenalan ChatGPT beserta fungsi dan keterbatasannya, praktik langsung penggunaan ChatGPT untuk mendukung proses belajar, penyusunan tugas, serta pemecahan masalah sederhana sesuai kompetensi keahlian siswa. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif melalui studi kasus, simulasi, dan tanya jawab agar peserta mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan ChatGPT dalam konteks pembelajaran dan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi ChatGPT sebagai alat bantu belajar yang dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis. Siswa juga menunjukkan sikap lebih selektif dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan lulusan SMK yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital. Evaluasi kegiatan Abdimas dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan terhadap 210 peserta pelatihan, terdapat 168 peserta dengan menjawab sangat puas, 21 peserta menjawab dengan puas, dan 21 peserta menjawab dengan cukup puas. Pihak sekolah sangat berharap agar yang akan datang dilakukan Pelatihan yang mendukung sesuai kurikulum pada sekolah kejuruan. Program ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan berbasis teknologi pendidikan vokasi nasional.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4145Pengenalan Digital Marketing bagi Pelaku Usaha UMKM di Wilayah Kutabumi Kabupaten Tangerang2026-02-05T05:00:30+00:00Fx. Pudjo Wibowo[email protected]Agus Kusnawan[email protected]Eso Hernawan[email protected]Andy[email protected]Gregorius Widiyanto[email protected]<p>Peralihan dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital belum sepenuhnya diterima dengan baik oleh pelaku UMKM meskipun UMKM dipandang mempunyai potensi besar untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penggunaan teknologi digital dalam pemasaran diharapkan mampu mempercepat perkembangan UMKM menjadi kekuatan ekonomi yang berarti. Media promosi digital marketing diharapkan menjadi alternatif yang lebih efisien bagi pelaku UMKM untuk memperbesar bisnis dan mencapai pasar baik lokal maupun internasional. Sementara itu, media promosi tradisional yang memerlukan biaya tinggi dan lebih rumit kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi pelaku UMKM karena adanya digital marketing. Pemanfaatan teknologi informasi kini telah merambah ke dalam bidang pemasaran digital, terutama bagi para pelaku usaha. Salah satu alat penting dalam pemasaran digital adalah media sosial. Media sosial ini berperan besar dalam membantu para pelaku usaha melakukan promosi dan penjualan produk, terutama di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, para pelaku UMKM di wilayah Kutabumi, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi beberapa tantangan. Mereka umumnya masih bergantung pada metode promosi konvensional, seperti penyebaran brosur, berpartisipasi dalam bazar, membuka lapak, dan promosi dari mulut ke mulut. Kondisi ini membatasi jangkauan pemasaran dan penjualan produk, sehingga perkembangan bisnis mereka tidak dapat berjalan dengan pesat. Akibatnya, pendapatan tidak meningkat, jumlah produk yang terjual pun stagnan, dan wilayah pemasaran tetap terbatas. Selain itu, metode konvensional ini juga berpotensi mengakibatkan biaya operasional untuk promosi dan penjualan yang lebih tinggi. Melalui kegiatan sosialisasi pemasaran digital untuk UMKM di wilayah Kutabumi Kabupaten Tangerang, diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat bantu dalam pemasaran digital. Dengan demikian, cakupan wilayah promosi akan semakin luas, dan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk mereka.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4405Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling melalui Pelatihan Administrasi dan Teknik Konseling2026-03-03T06:04:22+00:00Jeni Harianto[email protected]Serius Zebua[email protected]<p>Kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier peserta didik secara komprehensif. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator layanan konseling, tetapi juga sebagai perancang program, pengelola administrasi layanan, serta pelaksana intervensi berbasis kebutuhan peserta didik. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, khususnya dalam penyusunan administrasi layanan BK yang sistematis dan penerapan teknik konseling yang efektif sesuai karakteristik permasalahan siswa. Meskipun peran guru BK sangat strategis, pelatihan yang secara terintegrasi menguatkan kompetensi administratif dan teknik konseling secara sistematis masih terbatas, khususnya di lingkungan pendidikan Buddhis. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan yang diberikan di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru BK melalui pelatihan administrasi layanan dan penguatan keterampilan teknik konseling. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan melibatkan guru BK yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI). Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan dokumen administrasi, serta simulasi teknik konseling. Data dikumpulkan melalui observasi selama pelatihan, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi umpan balik peserta untuk mengukur tingkat pemahaman serta kepuasan terhadap materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam penyusunan program BK tahunan, pengelolaan administrasi layanan, serta penerapan teknik konseling secara lebih terstruktur dan reflektif. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru BK dan penguatan kualitas layanan konseling di lingkungan sekolah.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4409Penguatan Literasi Digital Pendidik Agama Buddha melalui Pelatihan Terintegrasi ChatGPT dan Canva: Evaluasi Pretest–Posttest pada Komunitas PERGABI2026-03-16T05:47:35+00:00Aditiya Hermawan[email protected]Lianny Wydiastuty[email protected]Hartana Wijaya[email protected]Santa Margita[email protected]<p>Perkembangan pesat kecerdasan buatan generatif (<em>Artificial Intelligence</em>/AI) dan platform desain visual telah mengubah praktik pedagogis; namun, bukti empiris mengenai pelatihan terintegrasi berbasis praktik dalam konteks pendidikan keagamaan masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi digital pendidik agama Buddha yang tergabung dalam PERGABI melalui pelatihan terstruktur penggunaan ChatGPT dan Canva. Intervensi dirancang dengan pendekatan praktik langsung, meliputi teknik prompt engineering untuk penyusunan materi ajar berbantuan AI serta perancangan media pembelajaran visual menggunakan Canva. Desain penelitian menggunakan <em>one-group</em> <em>pretest–posttest</em> untuk mengukur perubahan tingkat familiaritas, kepercayaan diri instruksional, dan persepsi kemudahan penggunaan kedua perangkat tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring sebelum dan sesudah pelatihan selama enam jam. Hasil analisis deskriptif dan komparatif menunjukkan peningkatan konsisten pada seluruh indikator. Familiaritas terhadap AI meningkat dari tingkat sedang menjadi tinggi, dengan lonjakan terbesar terjadi pada kepercayaan diri dalam memanfaatkan AI untuk kegiatan pembelajaran. Peningkatan juga terjadi pada penggunaan Canva, meskipun relatif lebih kecil karena tingkat familiaritas awal yang sudah tinggi. Peserta melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dan menilai pelatihan relevan dengan praktik pengajaran. Meskipun demikian, keterbatasan akses perangkat dan kestabilan internet menjadi hambatan implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan digital terintegrasi mampu menurunkan persepsi kompleksitas AI dan mempercepat adopsi pedagogis. Dukungan institusional berkelanjutan dan evaluasi longitudinal diperlukan untuk memastikan dampak pembelajaran jangka panjang.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4435Pelatihan Edukasi Literasi Keuangan dalam Membangun Perilaku Finansial Sehat pada Remaja2026-03-21T13:07:21+00:00Aldi Samara[email protected]Rina Sulistiyowati[email protected]Selfiyan[email protected]Lia Dama Yanti[email protected]Etty Herijawati[email protected]<p>Literasi keuangan remaja di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang mengindikasikan bahwa kelompok usia muda, khususnya Generasi Z, memiliki tingkat literasi yang belum sebanding dengan tingginya akses terhadap layanan keuangan digital. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan yang tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan literasi keuangan dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap pengelolaan keuangan pribadi secara sederhana dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif dengan desain evaluasi <em>pretest–posttest</em> terhadap 30 peserta remaja, menggunakan instrumen kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi pengelolaan uang saku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman literasi keuangan sebesar 32,5%, terutama pada aspek perencanaan pengeluaran, pembedaan kebutuhan dan keinginan, serta kesadaran menabung. Selain itu, tingkat partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan simulasi mencapai 86,7%, yang menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan keterlibatan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis praktik sederhana merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan remaja. Secara praktis, hasil ini memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan dan komunitas dalam merancang program edukasi finansial berbasis pengalaman, serta mendukung kebijakan peningkatan literasi keuangan nasional sejak usia dini.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharmahttps://jurnal.buddhidharma.ac.id/index.php/ad/article/view/4407Pelatihan Ilmu Dasar Parenting Bagi Orang Tua Siswa Terkait Pencegahan Stunting dan Cara Penanganannya Dari Aspek Psikologi Kesehatan2026-03-27T02:08:42+00:00Fibe Yulinda Cesa[email protected]Meylinda Widyasari[email protected]Leny Yuliati[email protected]Ellyvina Setya Dhini[email protected]<p>Stunting merupakan tantangan yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif, emosi, dan kesehatan mental dalam jangka panjang. Urgensi penanganan stunting di Indonesia yaitu menghadapi kesenjangan akibat kurangnya literasi orang tua mengenai kaitan antara stunting dengan risiko psikososial termasuk kerentanan terhadap perilaku bullying. Analisis situasi di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Sumbersekar menunjukkan bahwa keterbatasan program <em>parenting</em> menjadi salah satu penghambat dalam optimalisasi pendampingan anak di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan pendekatan psikologi Kesehatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan orang tua dalam pencegahan stunting. Pengabdian dilakukan terhadap 32 orang tua siswa melalui diskusi awal dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan juga dilengkapi dengan modul bekal sehat dan monitoring kepatuhan orang tua selama satu minggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 88,71 menjadi 94,52 dengan nilai signifikansi p < 0,05 (0,037) yang menandakan adanya peningkatan pemahaman secara bermakna. Selain itu, mayoritas orang tua menunjukkan konsistensi dalam penerapan bekal sehat dan perhatian terhadap aspek psikologis anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan program ini efektif dalam memperkuat peran orang tua sebagai mitra sekolah dalam pencegahan stunting. Pendekatan parenting berbasis psikologi kesehatan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat secara fisik dan mental.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdi Dharma